Mendeteksi Kondisi Rel Putus Menggunakan Akselerometer dan Kamera Visi

Daryono Restu Wahono

Abstract


Telah dibuat alat pendeteksi sambungan rel yang putus dengan menggunakan sensor akselerometer dan kamera visi. Alat pendeteksi yang dibuat bekerja secara langsung mendeteksi kondisi rel yang putus yang tampak pada monitor yang dipasang di atas lori. Perangkat pendeteksi kondisi putus rel terdiri atas dua buah kamera visi, akselerometer, prosesor CPU i5, GPS, dan layar monitor yang dipasang di atas lori. Fungsi alat pendeteksi kondisi putus rel dibuat untuk dapat menggantikan fungsi JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel) yang dilakukan dengan berjalan kaki. Pada penelitian ini, hasil pemeriksaan kondisi rel putus dapat terdeteksi pada layar monitor berupa grafik yang ditampilkan dari hasil pengukuran akselerometer pada tampilan sumbu X dan sumbu Z, sedangkan kondisi nyata rel dapat terlihat langsung pada layar monitor yang merupakan pengamatan langsung dari dua buah kamera visi. Data hasil pendeteksian kondisi putus rel dikirim langsung ke pusat ruang kontrol dan data rekaman kamera kemudian digunakan sebagai analisis dari kondisi rel kereta api. Alat pendeteksi ini digunakan untuk mengetahui posisi rel putus sekaligus melihat kondisi rel putus secara visual dengan bantuan kamera. Untuk menetapkan kerusakan rel putus diperlukan percobaan dengan investigasi secara mendalam menggunakan komputer visi dan/atau menggunakan data vibrasi hasil pengukuran getaran yang diperoleh. Dari pengukuran deteksi kerusakan sambungan rel menggunakan standar MIL-STD-150a dengan 1951 USAF 3-bar resolving test power chart dapat dideteksi kondisi putus rel hingga panjang hanya 2 mm. Diperoleh nilai akurasi lokasi sebesar 3 meter yang diperoleh dari spesifikasi GPS yang digunakan.

 

Kata kunci: rel putus, akselerometer, kamera visi, JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel)


Full Text:

PDF

References


Esveld, C. 2001. Modern railway track. Second Edition. Professor of Railway Engineering, Delft University of Technology. Delft: MRT Production.

ARMY TM5-628.1991.”Railroad track standards”. Technical Manual Departement of Army and Air Force, April 1991.

Luis, F.M., R. Esther, J. Riley, J.M. Hart, C.P.L. Barkan, A. Narendra. 2010. ”Condition monitoring of railway turnouts and other track components using machine vision”. Proceeding of the Transportation Research Board 90th Annual Meeting, 15 Nov 2010.

Comer, D.E. 2000. Computer Networks And Internets With Internet Aplications. New Jersey: Prentice Hall Inc.

El Rabbani, A. 2002. Introduction GPS: the global positioning system. Norwood: Artech House Inc.

Meirovitch, L. 2001. “Fundamentals of vibrations”. College of Engineering Virginia Polytechnic Institute and State University. Mc,Graw-Hill Higher Education.

Donovan, J.J. 1972. Systems programming. Tokyo: McGraw-Hill.

Peranginangin, K. 2006. Aplikasi WEB dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta: Penerbit Andi. hlm. 446-503.

Sofana, I. 2008. “Membangun jaringan komputer”. Informatika, Maret 2008, p.345-p.355 [10] Glynn, E.F. 1999/2002. “1951 USAF 3-bar resolving test power chart”. MIL-STD-150a, 16 Agustus 1999 dan diperbaharui 30 Nov 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/instrumentasi.v37i2.39

Copyright (c) 2016 Instrumentasi

Copyright &copy 2015 Jurnal Instrumentasi (p-ISSN: 0125-9202, e-ISSN:2460-1462). All Rights Reserved.



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.